BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Telah kita ketahui, saat ini jaman telah berubah. Dari tahun ke tahun semua bangsa memantapkan posisi masing-masing. Komunikasi global pun semakin maju. Dengan keberadaan teknologi dan komunikasi yang cepat maka informasi yang ada akan cepat tersebar dari pusat sampai ke pelosok. Seseorang mampu mengetahui kejadian di belahan bumi dalam waktu yang sama tanpa kita harus pergi ke tempat kejadian. Untuk menghadapi jaman globalisasi ini setiap negara tentu akan bersaing dalam upaya meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat termasuk perpustakaan.
Keberadaan perpustakaan, merupakan salah satu hal terpenting dalam mendukung keberhasilan menanamkan minat baca di kalangan masyarakat. Perpustakaan memiliki peran penting sebagai tempat belajar dan mengelola pengetahuan. Perpustakaan memiliki tujuan dan fungsi secara umum yaitu sebagai tempat untuk mengumpulkan, menata, mengolah, menyimpan, melestarikan, merawat dan menyediakan bahan pustaka, baik dalam bentuk buku, kaset, maupun rekaman.
Perpustakaan di masa kini dan masa lalu telah mengalami perubahan. Pada masa lalu semua masih sederhana, manajemen yang ada belum ditata secara efektif sehingga pelayanannya pun belum maksimal. Masa kini dengan mengetahui prinsip-prinsip kepustakawanan yang telah ditentukan maka perpustakaan diharuskan dapat berperan banyak dalam menyebarkan informasi. Kemajuan pada masa kini memang menuntut perpustakaan untuk membenahi dirinya ke arah kemajuan agar lebih disenangi masyarakat.
Namun sayang, perpustakaan saat ini tersaingi dengan adanya tempat – tempat hiburan yang semakin banyak, sehingga masyarakat lebih banyak yang memilh untuk meluangkan waktunya pergi ke tempat – tempat hiburan dari pada untuk sekedar pergi membaca buku di perpustakaan.
Membaca merupakan proses pencarian informasi dan akan berpengaruh positif terhadap seorang pembaca. Membaca pada dasarnya adalah menyebarkan gagasan dan upaya yang kreatif. Siklus membaca sebenarnya merupakan siklus mengalirnya ide pengarang ke dalam diri pembaca yang pada gilirannya akan mengalir ke seluruh penjuru dunia melalui buku atau rekaman informasi lain. Membaca memiliki manfaat dan makna. Dengan banyak membaca, kita akan memperoleh pengalaman dan pelajaran dari orang lain. Begitu pentingnya membaca bagi siswa sehingga masyarakat yang mempunyai peradaban maju adalah masyarakat yang gemar untuk mengetahui sesuatu dengan membaca kemudian menuliskan pengetahuannya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat, mengatakan bahwa minat baca masyarakat di kota Makassar ini sebenarnya cukup baik namun saat ini mulai menurun, hal ini terbukti ketika ada sumber bacaan baik itu berupa koran, majalah atau buku baru baik itu di tempat hiburan maupun di halte, masyarakat dengan antusias membaca buku-buku tersebut. Namun karena beberapa fakor seperti terkendala dengan jarak perpustakaan yang jauh, menyebabkan minat baca masyarakat saat ini mulai menurun. Berdasarkan pengalaman penulis, masyarakat pada umumnya lebih memilih menghabiskan waktunya untuk melamun dan bercerita dari pada membaca sebuah buku di perpustakaan.
Untuk itu diperlukan upaya untuk mengatasi minat baca masyarakat khusunya di kota Makassar dan salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan itu adalah melalui perpustakaan halte.
Keberadaan perpustakaan halte muncul dari suatu realita yang terjadi bahwa kalau masyarakat yang berada di Kota Makassar sulit untuk meluangkan waktunya untuk pergi ke perpustakaan konvensional yang difasilitasi Pemerintah Kota Makassar.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah erat kaitannya dengan judul yang diajukan serta latar belakang yang dikemukakan. Bertolak dari kedua hal tersebut di atas, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca masyarakat ?
2. Bagaimana aplikasi konsep perpustakaan halte ?
3. Bagaimana efektitifitas perpustakaan halte dalam meningkatkan minat baca masyarakat ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk meningkatkan minat baca masyarakat di kota Makassar khususnya melalui perpustakaan halte.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penulisan ini karya tulis ini adalah :
1. Manfaat teoritis, yaitu dapat menambah pengetahuan tentang peranan perpustakaan khususnya perpustakaan halte dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
2. Manfaat praktis
a. Pemerintah, sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan khususnya yang berkaitan dengan pelestarian, pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan.
b. Keluarga dan masyarakat, agar dapat berperan aktif dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
c. Penulis, dapat memperluas pengetahuan dan cakrawala berfikir, juga merupakan suatu latihan dalam membuat karya ilmiah
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Membaca
Depdikbud (1985:11) menuliskan bahwa membaca ialah proses pengolahan bacaan secara kritis, kreatif yang dilakukan dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu, dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu. Definisi ini sesuai dengan membaca pada tingkat lanjut, yakni membaca kritis dan membaca kreatif.
Beberapa definisi tentang membaca yang dikemukakan para ahli, antara lain :
1. Membaca adalah proses psikologis untuk menentukan arti kata-kata tertulis. Membaca melibatkan penglihatan, jarak mata, pembicaraan batin, ingatan, pengetahuan mengenai kata yang dapat dipahami, dan pengalaman pembacanya (Cole dalam Wiryodijoyo, 1985 : 189).
2. Membaca adalah memetik arti serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahasa tertulis (Finachiro dan Bonomo dalam Tarigan, 1985)
Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa membaca adalah suatu proses berpikir yang termasuk didalamnya menceritakan, menafsirkan arti dan lambang-lambang tertulis dengan melibatkan penglihatan gerak mata, pembicara batin, dan ingatan.
B. Pengertian Minat Baca
Pengertian minat pada pembahasan ini lebih diarahkan untuk memaknai pengertian minat membaca, yaitu minat yang melekat pada diri seseorang untuk membaca dengan baik sebagai hasil dari suatu respon psikis. Jadi, minat yang dimaksud adalah minat untuk membaca sebagai respon yang diberikan dalam kapasitasnya sebagai siswa yang dituntut untuk senantiasa membaca. Sedangkan menurut Poerwadarminta (1996) menjelaskan bahwa minat adalah perhatian kesukaan, atau kecenderungan hati kepada sesuatu, atau suatu keinginan. Jadi pengertian yang umum adalah usaha kecil menuju pelaksanaan sesuatu keinginan.
Dalam minat terdapat unsur aktif, seperti yang dikemukakan oleh Patty, (1982), yaitu:” minat merupakan usaha aktif menuju kepada pelaksanaan suatu tujuan, dimana tujuan itu pada umumnya merupakan titik akhir dari pada gerakan menuju ke suatu arah untuk melaksanakan tujuan itu sendiri sehingga merupakan usaha dari pelaksanaan suatu tujuan”.
Pengertian lain ditulis oleh Slameto (1995) bahwa minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan kepada suatu hal atau objek, atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Dengan demikian, minat adalah rasa ketertarikan terhadap sesuatu atau objek tertentu. Seseorang akan berminat pada suatu hal, aktivitas atau objek, jika menyukai atau mempunyai kepentingan terhadap sesuatu tersebut. Dalam hal membaca, siswa berminat untuk membaca jika merasa bahwa membaca adalah sesuatu yang penting dan bermanfaat bagi dirinya baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
Dari berbagai pengertian minat yang telah disebutkan di atas, terdapat sifat-sifat yang tersirat dan tersurat dalam minat sebagai berikut:
1. Diarahkan pada suatu tujuan yang berarti usaha untuk mendapatkan keharmonisan hidup.
2. Kesesuaian dengan tujuan meskipun tujuan itu tidak diketahui dan tidak dapat dicapai dengan segera.
3. Bersifat sejenis dan tidak bersifat individual.
4. Bersifat pembawaan, namun tetap dapat dikembangkan.
5. Tingkatan yang lebih tinggi dalam minat adalah kemauan, karena sudah mengarah kepada usaha menuju pelaksanaan. (Soemanto, 1980)
Berdasarkan sifat-sifat minat tersebut, minat siswa yang dimaksudkan di sini adalah minat pada derajat kemauan. Artinya, minat siswa harus sampai kepada tingkat pelaksanaan berdasarkan kemauannya sendiri. Seluruh pengertian-pengertian tentang minat yang telah dikemukakan, maka pengertian minat yang dibahas di sini adalah minat siswa dalam belajar khususnya minat dalam membaca baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.
Sesuai dengan pengertian minat yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa pada hakikatnya minat merupakan kecenderungan dan kemauan seseorang terhadap sesuatu yang menarik perhatiannya sehingga menimbulkan perasaan suka dan senang terhadap sesuatu, salah satu diantaranya adalah aktivitas membaca. Aktivitas membaca menurut Porwadarminta (1996) diartikan sebagai “melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis”.
Berdasarkan pengertian minat dan membaca maka minat membaca dapat diartikan sebagai adanya kecenderungan, perhatian, dan keinginan untuk melihat tulisan atau bacaan, lebih mengetahui atau mendalami apa yang dibaca dengan baik. Minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap membaca, karena bila bahan bacaan atau tulisan yang akan dibaca tidak sesuai dengan minat siswa, maka siswa tidak akan membacanya dengan sepenuh hati dan perasaannya, karena tidak ada daya tarik dari bahan bacaan tersebut.
Menurut Meckel (Abd. Rahman, dkk., 1985) membedakan minat baca menjadi dua yaitu:
1. Minat baca spontan ialah Kegiatan membaca yang dilakukan atas kemauan, inisiatif pribadi sendiri tanpa terpengaruh dari pihak luar atau pihak lain.
2. Minat baca terpola ialah kegiatan membaca yang dilakukan sebagai hasil atau akibat pengaruh langsung dan disengaja melalui serangkaian tindakan dan program yang terpola, terutama kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Berdasarkan pengertian minat baca yang disebutkan di atas, maka minat baca pada dasarnya adalah suatu kecenderungan, keinginan, kemauan dan motivasi yang tinggi untuk senantiasa melakukan kegiatan membaca, baik yang muncul dari minat baca spontan maupun minat baca terpola.
C. Perpustakaan
Menurut Sulistyo-Basuki (1991:3) Perpustakaan ialah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual. Dalam pengertian buku dan terbitan lainnya termasuk di dalamnya semua bahan cetak, buku, majalah, laporan, pamflet, prosiding, manuskrip (naskah), lembaran musik, berbagai karya musik, berbagai karya media audiovisual seperti filem, slid, kaset, piringan hitam, bentuk mikro seperti mikrofilm, mikrofis, dan mikroburam. Webster menyatakan bahwa perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskrip, dan bahan pustaka lainnya yang digunakan untuk keperluan studi atau bacaan, kenyamanan, atau kesenangan.
Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sisitematis, secara langsung atau tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.
Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan;
b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial, dan politik;
c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik;
d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia;
e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan sehari-hari dan lapangan pekerjaannya;
Berdasarkan pengertian perpustakaan yang disebutkan di atas, maka perpustakaan pada dasarnya adalah suatu lokasi yang menyediakan berbagai macam informasi, dan sebagai tempat penyimpanan buku, kaset dan sejenisnya yang berperan penting dalam kemajuan bidang pendidikan.
BAB III
METODE PENULISAN
A. Jenis Penulisan
Tulisan ini bersifat penelitian lapangan atau observasi. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif sehingga menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
B. Teknik Pengumpulan Data
Data-data yang disajikan dalam karya tulis ini diperoleh dengan cara pengumpulan data sekunder dan data primer. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil kunjungan lapangan dan observasi langsung, wawancara dengan responden di lapangan khususnya masyarakat kota Makassar. Ditambah berbagai literature yang relevan dengan permasalahan yang ada, misalnya buku, makalah, dan internet.
Analisis data adalah data yang sifatnya kualitatif, terutama dari hasil wawancara bebas dan hasil observasi diolah secara kualitatif sesuai dengan jenis dan tujuan penelitian.
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Populasi dan sampel dalam penelitian ini masyarakat kota Makassar yang menjadi tempat penelitian. Namun, dalam melakukan wawancara, sampel yang diambil adalah mewakili pengajar (guru) yang mengajar di SD, SMP, dan SMA mapun dari pihak masyarakat. Kebetulan pada saat penulis mengadakan wawancara bertepatan dengan waktu liburan.
D. Prosedur Penulisan
Setelah dilakukan pengumpulan data dan informasi, semua hasil diseleksi untuk mengambil data dan informasi yang relevan dengan masalah yang sedang dibahas.
Kegiatan ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan Arikunto (1999:35) yaitu:
1. Mencari, ialah mencari bahan dari buku, majalah, koran, dan internet yang sesuai dengan masalah yang sedang dikaji.
2. Mengidentifikasi, ialah memilah-milah bahan yang telah dikumpulkan.
3. Mempelajari, ialah berusaha untuk lebih jauh tentang masalah yang sedang dibahas.
4. Menganalisis, ialah membahas dengan melakukan pendekatan yang sesuai dengan masalah yang sedang dibahas secara mendalam.
5. Mengevaluasi, ialah menilai tentang layak atau tidaknya dan apakah masih perlu adanya perbaikan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca
Pengguna perpustakaan adalah masyarakat umum. Ikatan mereka dengan perpustakaan semata-mata karena buku atau bahan bacaan. Oleh karena itu, tidak mudah bagi para petugas perpustakaan untuk membantu atau mengajak mereka agar bisa membaca. Setiap pemakai perpustakaan yang menggunakan bahan perpustakaan tertentu mempunyai kepentingan yang berbeda-beda.
Perpustakaan yang terletak di tengah-tengah masyarakat mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda-beda, salah satunya adalah sebagai sarana pendidikan. Belajar di perpustakaan merupakan suatu bentuk belajar melalui pengalaman. Belajar melalui pengalaman sering timbul karena adanya ketidakpuasan akan informasi yang diperoleh dari pembelajaran formal. Untuk mencapai suatu tingkat kepuasan akan pemahaman suatu informasi dibutuhkan suatu cara belajar yang kreatif agar tercapai suatu cara belajar yang efektif.
Produk belajar yang kreatif pada akhirnya adalah suatu pengembangan pembawaan dan penggunaan akal budi secara penuh dari masyarakat yang lambat laun melalui membaca menyadari, bahwa salah satu potensi yang dimilikinya harus dikembangkan untuk mencapai suatu hasil belajar. Sejalan dengan kedudukan perpustakaan itu sendiri maka terdapat implikasi lebih jauh bahwa perpustakaan sebagai tempat untuk mengembangkan proses belajar melalui membaca yang bermanfaat bagi masyarakat.
Fungsi perpustakaan menjadi berkembang sebagai tempat pemupuk minat baca. Fungsi perpustakaan bagi masyarakat adalah untuk memperdalam dan menelusuri berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kebutuhan hidupnya. Penguasaan konsep dasar yang baik memudahkan masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya pada situasi dan kondisi yang lebih berkembang yang akhirnya masyarakat akan memiliki inisiatif, daya kreatif, sikap kritis, rasional, dan objektif. Fungsi perpustakaan bagi masyarakat lainnya adalah untuk meningkatkan apresiasi seni dan sastra serta seni budaya lainnya melalui cara membaca di perpustakaan.
Kemampuan membaca merupakan hal yang mutlak dimiliki oleh masyarakat yang sedang belajar. Salah satu tujuan belajar adalah mengakumulasi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan pada umumnya dihimpun, dicetak, dan dilestarikan dalam media cetak. Media cetak berfungsi apabila seseorang menggunakan media terrsebut dan memanfaatkannya.
Membaca merupakan kemampuan dan keterampilan untuk membuat suatu penafsiran terhadap bahan yang dibaca. Yang dimaksud dengan kepandaian membaca tidak hanya menginterpretasikan huruf-huruf, gambar-gambar, dan angka-angka saja, akan tetapi yang lebih luas daripada itu ialah kemampuan seseorang untuk dapat memahami makna dari sesuatu yang dibacanya. Karena itulah membaca merupakan kegiatan intelektual yang dapat mendatangkan pandangan, sikap, dan tindakan yang positif. Fungsi dari membaca itu sendiri adalah dapat membuka cakrawala pengetahuan menjadi lebih luas, pengetahuan kita menjadi bertambah banyak sehingga menjadi manusia yang tidak picik.
Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif terhadap aspek-aspek lingkungan. Ada juga yang mengartikan minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang. Minat mengandung arti keinginan memperhatikan atau melakukan sesuatu. Minat juga berarti sesuatu yang disenangi tanpa terikat atau terpaksa. Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata.
Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, kesadaran akan manfaat membaca, frekuensi membaca, dan jumlah buku bacaan yang pernah dibaca. Minat baca bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja pada diri seseorang. Akan tetapi minat baca harus dipupuk dan dibina semenjak masih dini.
Pembinaan minat baca merupakan suatu jenis pelayanan perpustakaan dalam membantu dan memberi guidance kepada para pengunjung atau masyarakat yang dilayani oleh perpustakaan. Pembinaan minat baca ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan selera dalam membaca, terampil dalam menyeleksi, dan menggunakan buku, mampu mengevaluasi materi bacaan dan memiliki kebiasaan efektif dalam membaca sebuah informasi, serta memiliki kesenangan membaca.
Pembinaan minat baca meliputi empat macam kegiatan, yaitu merencanakan program penumbuhan dan pengembangan minat baca, mengatur pelaksanaan program, mengendalikan pelaksanaan program serta menilai pelaksanaan program penumbuhan dan pengembangan minat baca, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pada dasarnya pembinaan minat baca mempunyai tiga fungsi utama, yaitu sebagai sumber kegiatan, pedoman pelaksanaan kegiatan, dan tolak ukur atau parameter keberhasilan upaya menumbuh kembangkan minat baca.
B. Aplikasi Konsep Perpustakaan Halte
Konsep perpustakaan halte tidak dapat dipisahkan antara perpustakaan konvensional dan perpustakaan jalanan. Perpustakaan halte lahir sebagai sinergi yang cerdas antara ke dua jenis perpustakaan tersebut. Perpustakaan konvensional merupakan perpustakaan yang hanya menyediakan koleksi tercetak dalam sebuah ruangan yang dilengkapi dengan rak buku. Sedangkan perpustakaan jalanan adalah sebagai perpustakaan yang dapat ditemukan di pinggiran jalan. Perpustakaan jalanan merupakan perpustakaan yang menyediakan buku bacaan di pinggir jalan. Perpustakaan jalanan ini banyak dikembangkan di beberapa kota besar di Indonesia. Sementara perpustakaan halte adalah perpustakaan di mana koleksinya terdiri dari koleksi cetak yang terletak di halte-halte.
Dalam konsep perpustakaan halte, pelayanan pihak pengurus perpustakaan mengambil gaya seperti karyawan di toko atau supermarket pada umumnya, sehingga pembaca merasakan hal yang berbeda dari bentuk perpustakaan yang formal. Perpustakaan halte, yakni perpustakaan yang tetap menyediakan bahan pustaka dalam bentuk tercetak, selain itu perpustakaan halte sifatnya seperti menjajahkan makanan dan tetap memiliki bahan bacaan yang luas untuk pelayanan perpustakaan.
Dalam rangka membangun perpustakaan halte, maka fasilitas seperti rak buku sangat diperlukan oleh sebuah halte. Untuk itu, perpustakaan halte sebaiknya mulai membuka satu unit di kota Makassar. Perpustakaan halte memerlukan seorang atau lebih yang bertugas untuk menjaga buku dan menawarkan kepada masyarakat untuk membaca buku yang disediakan. Perpustakaan halte juga menawarkan berbagai buku-buku yang menarik, sehingga masyarakat ingin membaca buku tersebut.
Selain itu, pembangunan perpustakaan halte di tempatkan pada lokasi yang strategis dengan mempertimbangkan jumlah pengguna halte itu sendiri. Kemudian juga memperhatikan dekorasi halte yang harus dibuat semenarik mungkin dengan membuat lingkungan di sekitar halte bersih dan tambahan animasi (gambar kartun, buku, dan sebagainya) maupun penggunaan cat yang mencolok pada halte yang terkesan indah untuk dipandang agar pengunjung tertarik untuk meluangkan waktunya di halte tersebut untuk membaca buku yang disediakan.
Adapun waktu buka perpustakaan halte yaitu sejak pukul 06.00 sampai 21.00 dengan mempertimbangkan waktu pekerja maupun pelajar yang akan berangkat. Seperti yang diketahui masyarakat pada umumnya berangkat kerja maupun berangkat ke sekolah yang menggunakan kendaraan umum biasanya berangkat kerja pada pukul 07.00 dan bagi yang menggunakan halte, mereka menunggu di halte pada jam 06.30 sehingga memberi kesempatan para pengguna halte untuk membaca buku yang telah di sediakan.
Konsep perpustakaan halte disini berlaku lokal, yaitu meliputi ruang lingkup keberadaan perpustakaan tersebut dan fungsi utamanya di lingkungan tersebut. Perpustakaan halte, dalam ruang lingkup yang luas, akan mencapai tujuan apabila perpustakaan itu mampu mendukung secara penuh segala bentuk kegiatan proses belajar yang berlangsung di masyarakat.
C. Efektitifitas Perpustakaan Halte Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat
Dengan tersedianya sumber bacaan melalui pengadaan perpustakaan halte, maka masyarakat yang sering menunggu di halte dapat memanfaatkan waktunya untuk sekedar membaca buku-buku yang tersedia untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mereka.
Masyarakat juga dengan mudah dapat mencari informasi yang mereka butuhkan atau membaca materi yang sesuai dengan yang diharapkan. Dengan tersedianya sumber bacaan yang lengkap, baik itu tentang buku-buku pelajaran, ataupun buku-buku lain maka minat baca masyarakat dapat tersalurkan.
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan masyarakat di kota makassar bahwa sebenarnya masyarakat di kota Makassar mempunyai motivasi yang tinggi dalam membaca namun saat ini mulai menurun. Hal ini dibuktikan setiap ada buku, majalah atau koran yang di lihat, mereka menyempatkan waktu untuk membaca walaupun tidak terlalu lama.
Adapun faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca seseorang adalah faktor individu antara lain karena faktor intelegansia, usia, jenis kelamin, kemampuan membaca, sikap serta kebutuhan psikilogis. Adapun yang bersifat institusional meliputi tersedianya bahan bacaan yang sesuai, latar belakang, orang tua, guru, televisi, serta film. Di samping itu juga masyarakat saat ini lebih menyukai hal – hal yang instan sehingga mereka malas unutk pergi ke perpustakaan.
Hal ini didukung dengan banyaknya halte – halte yang didirikan di kota Makassar ini. Semakin banyaknya halte yang didirikan maka semakin banyak pula masyarakat yang menggunakan halte, sehingga memperbesar peluang masyarakat untuk dapat menyalurkan minat bacanya.
Jadi dengan diadakannya perpustakaan halte, diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat khususnya yang berada di kota Makassar. Mereka tidak perlu lagi hanya membuang waktu dengan melamun di halte untuk menunggu angkutan umum, tetapi dapat membaca buku, koran atau majalah yang telah disediakan di halte dan tidak perlu lagi untuk pergi ke perpustakaan. Sehingga dengan begitu secara tidak langsung dapat meningkatkan minat baca dan menumbuhkan budaya baca masyarakat.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sesuai dengan fungsi perpustakaan sebagai penyedia dan juga sebagai sumber belajar, sebuah perpustakaan yang dikelola dengan manajemen yang baik, berada di lingkungan yang mendukung akan mampu menciptakan suasana dan kondisi yang nyaman untuk belajar. Atau dengan kata lain, sebuah perpustakaan yang berfungsi dengan baik akan mampu menumbuhkan minat baca bagi para pengunjung atau orang-orang yang berada di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan membaca merupakan bagian dari proses penambahan pengetahuan yang membangun pemahaman baik dari teks yang tertulis maupun dari lingkungan masyarakat. Hal ini berarti kegiatan membaca berkaitan erat dengan bahan-bahan bacaan, fasilitas dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu dapat diperkirakan bahwa terdapat hubungan positif antara lingkungan dengan minat baca masyarakat.
Masyarakat dalam melakukan kegiatan membaca sangat membutuhkan dorongan, rangsangan, motivasi, dan penguatan. Pemberian penguatan membaca pada masyarakat akan memberikan dampak positif, yaitu membuat masyarakat terdorong untuk mengulangi kegiatan membaca secara berkelanjutan. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diduga bahwa terdapat hubungan positif antara penguatan membaca dengan minat baca masyarakat.
Perpustakaan halte muncul sebagai solusi dalam menghadapi masalah minat baca masyarakat yang tiap tahun semakin menurun dan memanfaatkan banyaknya halte yang dibangun di kota Makassar. Masyarakat masa kini lebih membutuhkan sesuatu yang instan dan cepat. Kemudian masyarakat lebih cenderung untuk pergi ke tempat yang lebih mudah ditemukan tanpa harus pergi ke tempat yang jauh (dalam hal ini yaitu perpustakaan).
Pada hakikatnya perpustakaan halte bersifat sederhana, yaitu meliputi ruang lingkup keberadaan perpustakaan dan fungsi utamanya di lingkungan tersebut. Perpustakaan halte, dalam ruang lingkup yang luas, akan mencapai tujuan apabila perpustakaan itu mampu mendukung secara penuh segala bentuk kegiatan proses belajar yang berlangsung di masyarakat.
Dengan tersedianya sarana dan prasarana khususnya sumber bacaan melalui perpustakaan halte diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat yang ada di kota Makassar, sehingga pada akhirnya dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan cara berfikir mereka di segala hal.
B. Saran
Mengingat pentingnya perpustakaan sebagai salah satu sumber belajar, maka diperlukan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah, instansi terkait, LSM, dan masyarakat untuk tetap menumbuhkan dan mengembangkan perpustakaan sebagaimana mestinya. Dalam pemberian fasilitas khususnya fasilitas perpustakaan hendaknya tidak ada perbedaan perlakuan baik itu perpustakaan formal maupun perpustakaan halte dan sumber bacaan yang disiapkan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi lingkungan pembaca.
Masyarakat harus terus diberikan penyuluhan tentang arti pentingnya membaca baik itu melalui perpustakaan konvensional atau taman baca yang telah tersedia. Sehingga dapat menambah wawasan dan cakarawala berfikir mereka di segala hal. Perlu diingat bahwa gemar membaca bukanlah suatu minat yang terjadi begitu saja, tetapi ini adalah sebuah proses. Proses ini terkadang memerlukan waktu dan strategi tertentu. Untuk itu diperlukan usaha dari keluarga, masyarakat dan pemerintah untuk membuat suatu persepsi bahwa dengan membaca kita akan memperoleh banyak keuntungan dan manfaat.
Dalam kaitannya dengan menumbuhkan minat baca pada kalangan masyarakat, pemerintah memegang peranan penting dalam menanamkan pemikiran bahwa membaca itu perlu dan harus dijadikan kegiatan rutin. Selain itu perlu disadari untuk membuat perpustakaan tidak berhenti sebagai kumpulan buku yang ada di dalam ruangan saja, tetapi perlu juga membuat kegiatan pendukung untuk menggairahkan semangat membaca.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar